Keliahatannya akhir-akhir ini demam bimbang merasuk dalam tubuh ku. Kebimbangan diantara persimpangan yang tidak berujung. Entah kenapa, beberapa hari ini merasa galau. Ketika mendengar beberapa teman saya mau resign untuk pindah kerja dan ada lagi teman saya, yang mau berangkat ke asutrali dan ke jerman bulan September dan Desember, teman yang lain telah sidang Tesis serta ada teman yang mengasih undangan pernikahan. Sedangkan saya... hanya duduk disini, menuliskan semua 4g (gelisah galau gundah gulana)..
Sebagai manusia biasa, tentu kita memiliki tujuan dan arah masa depan. Hal inilah yang membayangi pikiran saya.
"Apakah saya harus fokus pada pekerjaan ini, atau kah saya harus fokus untuk mencari beasiswa, atau apakah saya musti menikah?"
Pertama, Kalo di tanya pekerjaan, jujur tempat saya bekerja sekarang sangat menyenangkan, penuh dengan kehangatan dan kekeluargaan, di sini saya bisa melakukan aktivitas apa pun dengan bebas dan leluasa. Disini saya memiliki banyak saudara yg sering menasehati dan mensuport saya. Bukannya saya tidak bersyukur, saya merasa sangat bersyukur, bisa kerja di tempat sekarang, dengan segala keramahan dan keharmonisan, Namun rasanya kurang ada "challenge". Saya mengingkan sesuatu hal yang baru, yang berbeda dan menantang.
Kedua, Sekolah/Beasiswa. Sebenarnya saya telah mendaftar beberapa beasiswa, baik di dalam negri maupun di luar (swasta maksudnya.. hahahaha). Pernah saya di hubungi oleh salah satu Universitas negri ,bahwa saya harus datang ke Universitas tersebut untuk mendengarkan pembekalan dan wawanacara dengan salah satu Doktor di Universitas tersebut. Namun sayang nya, saya sedang tugas ke luar Jawa. Hingga akhirnya saya memohon waktu, untuk menjadwal ulang. Untuk pembekalan tidak jadi masalah, sedangkan untuk wawancara musti di lakukan, dan ternyata berdasarkan pengalaman teman saya yang telah menerima beasiswa, dia bisa wawancara melalui teleconfren atau skype. Beberapa hari setelah lapangan saya menyempatkan untuk datang ke Universitas tersebut bertemu dengan Admin panitia penerima beasiswa. Informasi yang saya peroleh, bahwa saya masih bisa mengikuti proses seleksi tersebut. Semua ketertinggalan baik Proposal, Toefl bisa disusulkan dalam waktu satu minggu. Dalam hati saya bergumam "ah, pasti bisa, InsyaAlloh". Seiring dengan semangat saya, ternyata di kantor terjadi berita yang menggembirakan pula. Setelah satu tahun bekerja terdapat kenaikkan kesejahteraan.Rasa Syukur pun terucap dari manusia yang lemah iman ini. "Alhamdulillah Yaa Robb". Disisi yang lain, badai kebimbangan menerpa diri saya kembali. Antara kenyataan dan keyakinan di uji disini. Kenyataannya kebutuhan saya terhadap beberapa uang untuk mencari sesuap nasi masih sangat..sangat diperlukan, dan alhamdulillah sekaarang bisa nabung dikit2 hehehe.., Namun, keyakinan saya mengatakan "mumpung masih muda saatnya menuntut ilmu setinggi mungkin". Saya jadi teringet teman di UI, he said "mas,sekolah lagi aja mas..mumpung belum ada beban yang lain". Bener juga kata Bapak tersebut..(thanks Bapak Pajak yang baek hati).
Ketiga, menikah. Semua orang pasti ingin menikah, membina keluarga yang hangat, sakinah ma wadah wa rohmah. Saya pun juga ingin seperti itu adanya. Ada seorang teman yang mengatakan kepada saya "kamu kan dah kerja, kapan menikah? dah mapan? kurang apa lagi, coba kalo kamu nikah sekarang, dan memiliki keturunan yg luar biasa, maka disaat kamu sudah berumur, maka putra-putrimu sudah bisa mandiri. Jangan seperti kami yang terlalu asyik dengan dunia kami sendiri, sehingga memiliki buah hati disaat kami sudah mulai letih bekerja" Hati kecil saya pun sebenrnya mengiyakan semua itu , sambil bercanda dari bibir ini masih saja terceloteh kata-kata "mapan kasur? tempat tidur? gampang mah itu..hehehe".
Semoga saja hal ini tidak berlanggsung lama, semoga saya mendapatkan petunjuk dari-Nya... Amin Yaa Alloh.
Terima kasih atas segala Kenikmatan yang telah engkau anugerahkan kepada hamba.
Semoga hamba tidak menjadi seseorang yang kufur atas segala kenikmatan yang tak terhingga ini.
-Amin-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar