Kembali lagi bersama mamejo (mamelandmodjojo) hehehe.. :D
Ketika masuk Kota Depok, yang kami rasakan adalah udara sejuk. Sayangnya, hal itu berlangsung tidak lama, hal ini dikarenakan pepohonan yang rindang hanya beberapa meter saja dari Jalan Margonda. Margonda hampir sama dengan jalan pasar minggu, padat merayap. Sepintas kontruksi bangunan nya mirip dengan jalan raya solo-jogja, cuman bedanya, di Jl.Margonda banyak sekali Mall atau pusat perbelanjaan. Dalam hati, bertanya "apa semua orang yang masuk mall itu pada beli barang ya" kok semua mall rasanya penuh dan ramai, kalo benar adanya berarti sebenarnya banyak orang kaya di negeri ini. Ah, biarkan saja..pusing kalo mikirin negeri ini..hehehe,
kembali kepetulangan kami.
Saya mencoba bertanya kepada bapak DKK (mungkin kali, soalnya pakai seragam Orange ,maap lho pak kalo salah) "Kemanakah arah GDC". Beliau pun menjawab "lurus saja kalo ada lampu merah kedua belok kiri" em..benar sekali, Tak lama kemudian, kami pun melihat papan GDC (Grand Depok City), Wah ternyata kompleksnya enak, jalanan halus, dan kanan kiri pun masih ada tanggul yang tinggi untuk bermain para anak-anak, and i say to princess "ni, mirip Solo baru bund, tata letaknya mirip sekali" kami pun, menyusuri jalan sambil memperhatikan papan nama bertuliskan blok F komplek melati. Kata orang "malu bertanya sesat di jalan, banyak tanya malu-maluin"..hehe tak tambahi sendiri. Sekali lagi saya bertanya kepada paman tukang yang simbuk dengan anyaman bambunya "kalo blok F kompleks melati dimana ya pak", jawabanya simpel dan jelas "lurus saja, paling mentok sono, nanti lewati jembatan" emm.."terimakasih pak" jawab saya dengan senyum mengembang dan kepala menganguk, maklum kebiasan orang jawa. Di jalan dekat kompleks kita ketemu dengan beruang naik motor, eh salah, ternyata boneka beruang berukuran orang dewasa, enak kali ye kalo bobok sama dia..hehehe. Sekitar lima menit kemudaian kita sampai, dan ternyata acara syukuran yang saya pikir sederhana, hanya sekedar makan-makan saja itu salah.."ups sory princess". Pak Atang sebagai yang punya hajat, pakai beskap beserta asesoris lengkap, menyambut kami. Para tamu undangan kebanyakan memakai pakaian batik, selain itu ada orgen tunggal yang suaranya penyanyi nya keren abis.. secara tidak sadar kami pun tiba-tiba ngefen's sama mbaknya (penyanyi) suaranya mirip kaset rekaman, high recomend lah..
Saya mencoba bertanya kepada bapak DKK (mungkin kali, soalnya pakai seragam Orange ,maap lho pak kalo salah) "Kemanakah arah GDC". Beliau pun menjawab "lurus saja kalo ada lampu merah kedua belok kiri" em..benar sekali, Tak lama kemudian, kami pun melihat papan GDC (Grand Depok City), Wah ternyata kompleksnya enak, jalanan halus, dan kanan kiri pun masih ada tanggul yang tinggi untuk bermain para anak-anak, and i say to princess "ni, mirip Solo baru bund, tata letaknya mirip sekali" kami pun, menyusuri jalan sambil memperhatikan papan nama bertuliskan blok F komplek melati. Kata orang "malu bertanya sesat di jalan, banyak tanya malu-maluin"..hehe tak tambahi sendiri. Sekali lagi saya bertanya kepada paman tukang yang simbuk dengan anyaman bambunya "kalo blok F kompleks melati dimana ya pak", jawabanya simpel dan jelas "lurus saja, paling mentok sono, nanti lewati jembatan" emm.."terimakasih pak" jawab saya dengan senyum mengembang dan kepala menganguk, maklum kebiasan orang jawa. Di jalan dekat kompleks kita ketemu dengan beruang naik motor, eh salah, ternyata boneka beruang berukuran orang dewasa, enak kali ye kalo bobok sama dia..hehehe. Sekitar lima menit kemudaian kita sampai, dan ternyata acara syukuran yang saya pikir sederhana, hanya sekedar makan-makan saja itu salah.."ups sory princess". Pak Atang sebagai yang punya hajat, pakai beskap beserta asesoris lengkap, menyambut kami. Para tamu undangan kebanyakan memakai pakaian batik, selain itu ada orgen tunggal yang suaranya penyanyi nya keren abis.. secara tidak sadar kami pun tiba-tiba ngefen's sama mbaknya (penyanyi) suaranya mirip kaset rekaman, high recomend lah..
Disana saya ketemu empik, anaknya pak atang yang baru saja di dipotong sebagian harta berharganya.. saya tanya "dah kering belum", eh dia malah mau buka celana, hahaha jadi ngakak saya.. jangan di sini dunk nak.. malu di liat tante tu.. tante? tantenya siapa?
Ini dia yang punya hajat
Tanpa, basa-basi saya dan princess, langsung saja ambil makan, dimulai dari makanan sejenis soto, es cream, puding dan buah-buhan.. tidak di sangka rombongan, teman-teman pun datang. saya sempatkan bertanya ke mas topek kalo ke Pulaugadung lewat mana mas? dia pun menjelaskan panjang lebar, saya tidak mengerti dan hanya mangut-mangut aje..Langit tidak berbanding lurus dengan suasana hati saya, dia berawan dan menghitam. Dan inilah saatnya untuk beranjak pulang. Keluar dari kompleks permumahan Pak Atang kami pun di sambut dengan isak tangis dari sang langit (gerimis kawan,lebay banget keliatannya). Saya pun berhenti membuka jok motor andalan saya, dan ternyata yang ada hanya sepasang jas hujan egois (karena hanya bisa dipakai satu orang hohoho). Saya pun meminta princess untuk memakainya.."lha kamu gak pakai" tanya dia kepada saya, tenang jaket saya bagus kok, ini anti air (maksudnya jangan sampai kena air, kalian tau kawan, supaya Princess mau memakainya, dan ternyata berhasil hehehe)..
Sepanjang perjalanan hujan tak kunjung reda, dan malah semakin menjadi saja, kita sempat berteduh sebentar untuk mendiskusikan rute pulang.. "kita keliatannya gak sempet ke danau UI dan makan durian deh, kita langsung pulang ke kostan dulu, baru saya nganter kamu ke palau gadung naik taxi" kata saya. Princess pun menjawab, "tenang mamen kamu gak usah ngeterin aku". Wah gak bisa dunk, saya harus nganter kamu sampai rumah bude mu. Dalam hati saya berkata "saya tau princess bisa pulang sendiri, cumaan sebagai laki-laki saja punya tanggung jawab untuk menyerahkan kembali, dia pada orang tua dengan selamat, mana sudah saya ujan-ujani lagi..masak mau di biarin pulang sendirian". Ok lah kalo begitu, saya dan princess pun melanjutkan perjalanan, hal yang saya takutkan terjadi pula..motor andalan saya mogok kawan..Dia terlalu banyak minum air. Terang saja Jalan Margonda selebar itu, tiba-tiba berubah menjadi lautan coffeemix, mana arusnya deras lagi. "wah ini kota kok, drainasenya gak well banget" (maklum alumnus sekolahan lingkungan).
Merapat ke pasar minggu, hujan sudah mulai reda..namun mengarah ke tebet, langit kembali tidak bersahabat..hujan deras ini sedikit membuyarkan pandangan saya, untungnya princess memiliki pandangan yang tajam. "Kuningan belok Kiri", "siap bund"..jawab saya. Setalah belok kiri, seharusnya saya lurus, eh malah belok kiri lagi, ya sudah puter balek dan dalam beberapa menit kami sampai di perempatan mampang. Saya pun langsung memacu motor menuju kostan kearah setiabudi. Untung saja di dekat kostan ada taxi yang stand by, sayang nya sang sopir yang terhormat, lupa alamat kostan saya, padahal didepan tadi saya sudah menyebutkan alamat kost itu, terpasak musti ujan-ujanan lagi nyusul pak sopir. Sesampai di kost saya langsung melepas semua kostum yang berat karena terlalu porositas terhadap air hujan. Dan, memasukan beberpa pakaian ganti dan mainan alphabet untuk jagoan kecil saya.(sebenarnya saya gak tau apakah, dia sudah paham ato belum, cumaan menurut saya mainan ini ada education-nya)
Menjelang magrib Saya dan princess menuju ke pulaugadung, rasa dingin menusuk daging saya, dan pakaian berlapis-lapis saya kenakan untuk menghangatkan badan. Sesampai disana ternyata kondisi rumah sepi, mungkin pada istirohat. Sehabis sholat maghrib saya pamit ke stasiun senen. Princess, menawari saya untuk mengantar ke jalan depan menuju transportasi umum, ditengah jalan dia ingin menggajak adeknya untuk mengatar saya ke senen, dalam hati saya merasa senang, tapi disatu sisi saya khawatir kalo dia kelelahan. Dan ternyata, adeknya sedang keluar untuk malming (mungkin). Princess tetap ngotot untuk ikut ke stasiun senen, heeeeeeeeeeeeem... bingung lagi saya, eh, salah bingung campur seneng, "lha kamu kan ijinnya ke Ibu, cuma ke jalan depan bukan ke senen" kata saya. Kan tadi dah ijin sama Bapak, dia pun menjawab.
Hahaha, akhirnya kami pun menuju kesenen dengan taxi.
Senang dan Khawatir, itu lah yang saya rasakan,
Senang, karena biasnya diantar kondektur P20, namun hari itu tidak biasa bagi saya, pasalnya, keberangkatan saya diantar princess.Hohoho.. Khawatir, karena "wah, ini anak nanti kena marah gak ya" tapi yang saya paling utama khawatirkan adalah "saya takut kalo dia sakit" Dah kehujanan, ke senen gak bawa jaket, mana pakai kaos yg tadi belum kering lagi (keliatannya saya terlalu berlebihan, sebenarnya princess adalah perempuaan yg tangguh dan tidak mudah jatuh)
Stasiun senen, seperti biasnya ramai dan bergariah semangat para mudiker (orang yg mau mudik, yg mungkin rindu akan sanak-saudaranya). Setelah makan, kami sholat isyak. Habis itu kita mengobrolkan beberapa kebanggan kami, Tema kami tentang...? Yaa.. "anak kecil" kalo bagi saya tepatnya "anak cacat" (calon cantik hehehe). Princess bercerita dengan riangnya tentang beberapa anak didiknya yang luar biasa, kekhawatiran saya mulai memudar.. kami larut dalam dialog bahagia ini, hingga jam 8 malam. Sebenarnya Princess ingin mengantarkan saya, sampai kereta saya berangakat, bak video klip di tipi-tipi (hahahaha, untuk kali ini saya kembangkan kreasi saya sendiri)
Hahaha, akhirnya kami pun menuju kesenen dengan taxi.
Senang dan Khawatir, itu lah yang saya rasakan,
Senang, karena biasnya diantar kondektur P20, namun hari itu tidak biasa bagi saya, pasalnya, keberangkatan saya diantar princess.Hohoho.. Khawatir, karena "wah, ini anak nanti kena marah gak ya" tapi yang saya paling utama khawatirkan adalah "saya takut kalo dia sakit" Dah kehujanan, ke senen gak bawa jaket, mana pakai kaos yg tadi belum kering lagi (keliatannya saya terlalu berlebihan, sebenarnya princess adalah perempuaan yg tangguh dan tidak mudah jatuh)
Stasiun senen, seperti biasnya ramai dan bergariah semangat para mudiker (orang yg mau mudik, yg mungkin rindu akan sanak-saudaranya). Setelah makan, kami sholat isyak. Habis itu kita mengobrolkan beberapa kebanggan kami, Tema kami tentang...? Yaa.. "anak kecil" kalo bagi saya tepatnya "anak cacat" (calon cantik hehehe). Princess bercerita dengan riangnya tentang beberapa anak didiknya yang luar biasa, kekhawatiran saya mulai memudar.. kami larut dalam dialog bahagia ini, hingga jam 8 malam. Sebenarnya Princess ingin mengantarkan saya, sampai kereta saya berangakat, bak video klip di tipi-tipi (hahahaha, untuk kali ini saya kembangkan kreasi saya sendiri)
at Stasiun Senen, menunggu kereta, tepatnya menunggu tiket kereta (lha, belum dapet tiket soalnya)
Sampai akhirnya dengan berat hati saya mengucapkan "Baiknya kamu pulang bund, sudah malam". Saya pun mengantar princess, untuk mencari taxi. Alhamdulillahnya baru melangkah beberapa meter, di depan ada taxi yg baru saja menurunkan penumpangnya.
bye..bye princess..
thanks for today princess.. ^_^
-kalo ada waktu kita berpetualang ke Bromo and Sempu Beach..yok.. syukur-syukur bisa bareng RGB.-
Saya pun melanjutkan petualangan sabtu-minggu tanpa princess.. menuju ke Surakarta Hadiningrat.
Pukul 8.30 Kereta senja saya sudah menampakan batang hidungnya, emang kereta punya hidung?.
Saya pun melanjutkan petualangan sabtu-minggu tanpa princess.. menuju ke Surakarta Hadiningrat.
Pukul 8.30 Kereta senja saya sudah menampakan batang hidungnya, emang kereta punya hidung?.
Gerbong I kursi 6A. Untuk pemberangkatan dari senen gerbong saya masih sepi, beranjak ke jatinegara gerbong mulai penuh. Turun dimana mas? seorang penumpang disebelah saya bertanya kepada saya. "solo jawab saya" . Dia keliatan lebih berumur dari saya. Lalu pertanyaan itu berlanjut pada , "liburan kuliah mas? semester berapa? " wah, saya jadi bingung ni, perasaan kalo di kantor saya di tanya "keluarganya di solo atau di jakarta mas" ni orang tanya semester berapa? serasa tiba-tiba muda lagi hehehe (lha emang masih ingusan kok) "wah dah lulus saya mas"..saya jawab dengan mengantuk, mana mata saya tinggal beberapa watt..bentar lagi dah redup nih. Saya pun bertanya sekenanya, kerja dimana mas? "Ciputra", katanya. dia melanjutkan "saya sedang proyek kok mas, baru semester 7", lho masih mahasiswa to..dalam hati saya berkata. Ternyata dia anak Teknik Sipil UNDIP, yg sedang mengerjakan proyek dosen untuk pengembangan bangunan di ITC Ambasador. Hebat juga mas-nya, belum lulus dan berkecimpung di dunia kerja. Jadi inget masa-masa kuliah banting-tulang, mencari sesuap nasi sampai harus melang-lang buana di Pulau jawa, dari ujung barat sampai ujung timur.
"Mas saya tidur di bawah ya", (maksud saya ngesot di bawah nGelar kertas koran dan menyewa bantal) kata saya kepada mas mahasiswa (lha gak sempet kenalan). "Oya" jawab dia, 5 menit setelah itu semua terasa gelap dan bulu mata saya pun sudah tertata rapi menempel pada wajah letih ini. Tidur ngesot dibawah ternyata sangat menyenangkan, semua tulang belakang saya mendapatkan hak yang sama, untuk bersandar pada lantai kereta. Pukul 4.30 saya pun terbangun, karena dinginnya udara yg menyelinap diantara sela-sela sambungan kereta. Ternyata saya tertidur sangat pulas (mungkin dasar saya-nya yg kebo, gak bisa nahan tidur kalo ada bantal..hahaha). Jam 5.30 saya mau ambil air wudu di toilet, kok ramai sekali, dari tadi banyak orang yg mengantri di toilet, kedua ujung gerbong kereta tersebut. Tayamum saja lah, mungkin airnya dah habis juga, lagian islam itu kan mudah. Selesai sholat, saya mau sms kepada bapak, ternyata baterai saya low bat. Ah, ya sudah lah, nanti cari cargean di stasiun. Sesampai di stasiun langsung saja saya mencoba menelpon bapak, kok tidak bisa, menelpon kakak, kok gak bisa lagi..langsung disconekt mulu..ni. Wah ternyata, gak hanya baterei yg habis, pulsa juga habis..hahahaha.. payah betul saya. Jam 8.30 saya pun dah sampai dirumah, Namun sebelumnya saya membelikan sop dan sayuran kesukaan ibu saya, di Jaten (daerah Ibu kota Kecamatan saya). Maklum Ibu lagi kurang sehat, jadi gak ada yang masak...
Petualangan di hari minggu pagi yang pertama adalah Njagong di tempat sesorang yg sedang berbahagia, dia adalah sahabat saya sejak SMA. Lama sekali, saya kehilangan kontak dengan dia, hampir satu tahun lamanya, dan satu minggu sebelum acara nikahan dia sms "hi moy, gimana kabarmu? eh aku meh nikah, undangane tak kirim kerumah, dateng ya".
weeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeehhhhhhhhhhhhhh ........surprises in the morning.....
"Alhamdulillah baek, InsyaAlloh saya datang" sent.
Hampir saja saya tidak jadi pulang ke solo, karena ada tugas eksplorasi ke Palembang lagi, dan untungnya senior saya bisa berangkat menggantikan saya. "Thanks mas bro"
Saya sebenarnya ingin dateng dengan adek sepupu saya, eh..malah dia nya bilang "mas aku nitip yo" lho, piye to iki? kata saya. Ya sudah lah saya datang sendiri membawa kado yang sudah di bungkus rapi oleh kakak ipar saya.
Acaranya sangat meriah dan disana pun saya melihat dia berbahagia dengan misua-nya, misua-nya merupakan senior dia 2 tingkatan (kalo gak salah denger), saat kuliah di UGM. Kebaya muslim berwarna merah hati sangat serasi mereka kenakan. Dalam hati saya berbicara sendiri "Kapan gilaran saya ya.."
Hampir saja saya tidak jadi pulang ke solo, karena ada tugas eksplorasi ke Palembang lagi, dan untungnya senior saya bisa berangkat menggantikan saya. "Thanks mas bro"
Saya sebenarnya ingin dateng dengan adek sepupu saya, eh..malah dia nya bilang "mas aku nitip yo" lho, piye to iki? kata saya. Ya sudah lah saya datang sendiri membawa kado yang sudah di bungkus rapi oleh kakak ipar saya.
Acaranya sangat meriah dan disana pun saya melihat dia berbahagia dengan misua-nya, misua-nya merupakan senior dia 2 tingkatan (kalo gak salah denger), saat kuliah di UGM. Kebaya muslim berwarna merah hati sangat serasi mereka kenakan. Dalam hati saya berbicara sendiri "Kapan gilaran saya ya.."
Tapi, terkadang jadi keinget, momy tell me, "kamu tu jangan mikir aneh-aneh dulu, masih kecil"
Wah, padahal saya dah ngebet banget nih..(hahahaha imaginasi saya melayang kemana-mana). Tapi, yg jelas ridho Alloh juga terletak pula pada ridho orangtua, makanya ya.. masih menikmati aja kesendirian ini (padahal, tepatnya jomblo mania..so sad)
"Jodoh itu terkadang dikejar-kejar tidak tertangkap. Tapi terkadang tanpa di kejar datang sendiri. Yang paling penting adalah dekat dengan Alloh dalam keadaan susah dan bahagia, senang dan sedih"
Wah, padahal saya dah ngebet banget nih..(hahahaha imaginasi saya melayang kemana-mana). Tapi, yg jelas ridho Alloh juga terletak pula pada ridho orangtua, makanya ya.. masih menikmati aja kesendirian ini (padahal, tepatnya jomblo mania..so sad)
"Jodoh itu terkadang dikejar-kejar tidak tertangkap. Tapi terkadang tanpa di kejar datang sendiri. Yang paling penting adalah dekat dengan Alloh dalam keadaan susah dan bahagia, senang dan sedih"
Kalimat ini yang selalu saya ingat.....
Pukul satu saing saya pulang, dan di sore harinya saya bermain dengan keponakan saya, menjelang jam 5 saya membantu ibu didapur, walaupun hanya sekedar memanaskan sayuran dan nyuci piring. Malam, sehabis isak saya bersiap-siap untuk kembali ke Ibu kota, untuk mencari nafkah..(haha maklum jadi buruh pabrik).
sebelum ke stasiun seperti biasa saya cium tangan bidadari saya dan berpelukan..sambil meminta do'a restu beliau berdua...
-bey mom- moga lekas sembuh, cepat bisa lari lagi.. -love u so much mom-
Pukul satu saing saya pulang, dan di sore harinya saya bermain dengan keponakan saya, menjelang jam 5 saya membantu ibu didapur, walaupun hanya sekedar memanaskan sayuran dan nyuci piring. Malam, sehabis isak saya bersiap-siap untuk kembali ke Ibu kota, untuk mencari nafkah..(haha maklum jadi buruh pabrik).
sebelum ke stasiun seperti biasa saya cium tangan bidadari saya dan berpelukan..sambil meminta do'a restu beliau berdua...
-bey mom- moga lekas sembuh, cepat bisa lari lagi.. -love u so much mom-
Kakak saya pun telah bersiap mengantar saya. At Stasiun Balapan, sepi, tidak seramai biasanya. mungkin juga karena kereta saya berangkat terlalu larut. tepat jam 9.30 saya bersiap naik, tiba-tiba terdengar "kerta Bima sedang dalam perjalanan menuju ke balapan, sekitar 30 menit lagi baru sampai stasiun Balapan" Em...dasar,transportasi indonesia jaya raya, tidak pernah bisa bisa telat, tapi telat sekali. Begitu kereta datang saya langsung memasuki gerbong saya, terlihat banyak penumpang yang sudah tertidur lelap di balik selimut.
Diantara banyak sekian penumpang, kelihatannya saya merupakan salah satu penumpang yg masih terjaga dari kendaraan kulkas berjalan ini (lha, keretanya dinginya minta ampun). Untungnya saya masih memiliki novel yg belum selesai dibaca. Anehnya, novel tersebut selesai dibaca saya masih belum juga bisa tidur..(mungkin karena tadi siang saya tidur pulas kali ye)
Begitulah petualangan sabtu-minggu saya..
-Jakarta I am come back-


heyy,, kamu baik sekali,, meminjamkan raincoatnya sambil berbohong,, romantis sekaliii...
BalasHapusdan saya memang wanita perkasa yang memanggul bakul di pagi buta :D
thx mojojojo :)
terima kasih telah membaca tulisan berantakan ini..
BalasHapuswah jadi malu :)
thanks princess
"hidup menulis"
-orange-